Awas Pria Kantongi Ponsel 4 Jam Berisiko Impotensi


 Jakarta- Semakin terbukti telepon genggam bisa merusak kehidupan seks pasangan. Penelitian mengungkapkan, pria yang membawa telepon genggam atau ponsel lebih dari empat jam memiliki risiko lebih besar akan impotensi.

Temuan setelah peneliti melibatkan 20 pria yang memiliki masalah disfungsi ereksi yang disebut grup A, lalu 10 pria sehat yang tidak memiliki masalah disfungsi ereksi (ED) yang disebut grup B. Mereka mengikuti studi selama enam bulan.

Setiap peserta memberikan laporan tentang inventarisasi kesehatan seksual untuk pria dan dievaluasi berdasarkan International Index Erectile Function. Peneliti juga meminta mereka menjelaskan kebiasaan penggunaan ponsel.

Peneliti menyebut tidak ada perbedaan mencolok antar dua kelompok pria ini terkait usia, berat badan, tinggi badan dan kebiasaan merokok. Kedua kelompok memiliki tingkat yang sama dari total testosteron, yang bisa memberi penjelasan apakah laki-laki memiliki masalah kesehatan seksual.

Juga terkait kebiasaan berbicara di ponsel, ke-30 pria memiliki jumlah waktu yang sama.

Perbedaan terbesar adalah lamanya mereka mengantongi atau memegang ponsel yang sedang tidak mereka gunakan.

Kelompok yang menderita disfungsi ereksi ternyata membawa ponsel mereka lebih lama yaitu sekitar 4,4 jam setiap hari. Berbeda dengan mereka kelompok yang sehat yang nyatanya hanya mengantongi atau membawa ponsel 1,8 jam setiap harinya.

"Studi ini menunjukkan bahwa uji coba prospektif mungkin ada hubungan antara penggunaan ponsel dan disfungsi ereksi. Pria dengan ED menggunakan ponsel mereka lebih lama daripada pria tanpa ED, pria yang mengalami ED membawa ponsel jauh lebih lama dibandingkan pria yang tidak mengalami ED," kata Penulis utama Badereddin Mohamad Al-Ali dari Universitas Mesir, seperti melansir dailymail, Sabtu (5/4/2014).

"Studi kami menunjukkan total paparan ponsel jauh lebih penting ketika tidak digunakan daripada paparan intens selama panggilan telepon yang umumnya durasinya lebih singkat," sambungnya lagi.

Penelitian ini termuat dalam European Journal of Urology Centre.



sumber : inilah.com

0 comments:

Post a Comment

 

Blogger news

Blogroll

About