Jakarta- Penelitian mengungkapkan, pemuda yang secara teratur merokok ganja mengalami perubahan otak. Yaitu perubahan yang berpotensi membahayakan, terkait motivasi dan emosi mereka.
"Apa yang kami lihat adalah perubahan di daerah inti otak pada orang berusia 18 sampai 25," kata penulis studi senior Dr Hans Beiter, profesor psikiatri dan ilmu perilaku di Northwestern university. Ia bekerjasama dengan Massachusetts General Hospital dan Harvard Medical School.
Tim peneliti mengidentifikasi perubahan nucleus accumbens dan amigdala, daerah otak yang merupakan kunci mengatur emosi dan motivasi pada perokok ganja antara satu dan tujuh kali seminggu.
Hasilnya mereka menermukan, perubahan pada volume, bentuk dan kepadatan daerah-daerah tersebut. Namun penelitian lebih lanjut masih harus berlangsung untuk melihat bagaimana konsekuensi jangka panjang dan apakah mereka bisa kembali normal.
"Hipotesis kami dari awal adalah bahwa perubahan ini mungkin merupakan tanda awal dari apa yang kemudian menjadi amotivation, di mana orang tidak terfokus pada tujuan mereka," kata dia seperti melansir nydaily, Kamis (17/04/2014).
Penggunaan ganja untuk tindakan medis bebas di 20 negara bagian AS. Pendukung legalisasi ganja membuat argumen bahwa ganja lebih aman daripada alkohol.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




0 comments:
Post a Comment