Masih Banyak Perempuan Salahpaham Soal Kesuburan


INILAH.COM, Jakarta- Penelitian menemukan, banyak perempuan salah paham tentang kesuburan. Seperti berapa kali harus bercinta dalam sehari agar hamil dan posisi seks tertentu membantu cepat hamil.

Kebanyakan perempuan percaya stres bisa mempengaruhi kesuburan mereka sehingga sulit hamil. Padahal hal tersebut pandangan yang cenderung keliru.

"Bahkan hanya ada sedikit penelitian yang mendukung stres sebagai prediktor kuat dalam infertilitas," kata Dr Jessica Illuzzi, Associate Professor Obstetri , Ginekologi dan Ilmu Reproduksi di Yale University School of Medicine.
"Tapi wanita mengidentifikasinya sebagai faktor utama,"imbuh Dr Jessica.

Tim peneliti melibatkan 1.000 perempuan usia 18 sampai 40 tahun untuk mengukur pengetahuan reproduksi mereka. Tim menemukan beberapa kesalahpahaman besar tentang kesuburan.

Sebanyak 40% perempuan yakin mereka sulit hamil. Tetapi ketika harus menjawab apa saja faktor-faktor yang bisa membuat sulit hamil tersebut, mereka mengaku tidak tahu banyak.

Sementara sebanyak 70 % perempuan tak menyadari siklus haid yang tidak teratur dan haid bersama sakit bisa mengindikasikan masalah keseburan: tanda endometriosis.

Stres jawaban paling banyak yang relawan sampaikan ketika menjawab faktor penyebab ketidaksuburan. Mereka tidak tahu ada faktor lainnya yang sangat penting, seperti kelebihan dan kekurangan berat badan, penyakit infeksi seksual menular atau gaya hidup seperti merokok dan minum alkohol.

Lalu sebanyak 40% perempuan melaporkan mengunjungi petugas kesehatan untuk mengecek kesehatan reproduksi kurang dari sekali dalam setahun. Atau bahkan tidak pernah.

Kesalahapahaman lainnya yaitu,

Sebanyak 41% perempuan memiliki kepercayaan yang keliru kalau ovarium perempuan terus memproduksi telur baru seiring pertumbuhan usia. Sebagian besar perempuan juga tidak menyadari risiko melahirkan bayi dengan kelainan genetik seiring bertambahnya usia.

Sebanyak 51% perempuan yakin berhubungan seks lebih dari sekali dalam sehari bisa meningkatkan kemungkinan untuk hamil. Sementara 40% percaya posisi seks tertentu membantu untuk hamil.

Hampir 60% berpikir hubungan intim harus terjadi setelah ovulasi atau masa subur untuk memaksimalkan kesempatan hamil.

"Pada kenyatannya, ada dua hari sebelum ovulasi puncak di mana Anda memiliki kesempatan tertinggi untuk hamil. Bahkan lima hari sebelumnya, jika pasangan telah hubungan seksual, sperma bisa bertahan hidup," lanjutnya seperti dilansir dari nydaily, Rabu (29/1/2014).

"Sperma harus berada di sana ketika telur tiba dari ( tuba ) tabung," imbuh dia.

Sebagian besar perempuan di atas usia 25 tahu kalau asam folat sangat direkomendasikan untuk mencegah bayi lahir cacat. Tapi tidak ada yang tahu kalau itu bahkan harus dikonsumsi sebelum hamil atau bahkan saat merencanakan kehamilam.

"Untuk benar-benar efektif, itu harus dimulai sebelum Anda hamil. Lebih dari sepertiga wanita tidak tahu itu," kata Illuzzi. Kebanyakan ketika hamil baru mengkonsumsi sumber tersebut.

Penelitian merupakan kerja dari pembuat tes kehamilan First Response, yang rilis di dalam jurnal Fertility and Sterility.


sumber : inilah.com

0 comments:

Post a Comment

 

Blogger news

Blogroll

About