Masih Kecil Di-bully, Dewasa Depresi


INILAHCOM. London -- Seorang anak yang di-bully berisiko mengalami kerusakan fisik dan mental sampai dewasa, dengan kemungkinan menjadi depresi, dan sulit mendapat pekerjaan hingga usia 40 tahun.

Menggunakan data 8.000 anak yang lahir tahun 1958, dan menjadi korban pernah menjadi korban bully, peneliti dari King College London menemukan dampak negatif bullying yang sedemikian luar biasan.

Kebanyakan korban bully mengalami masalah fisik, mental, dan sosial, saat dewasa, sehingga harus dibawa ke klinik perawatan sebagai seorang anak.

Penelitian juga menemukan mereka yang menderita intimidasi pada usia tujuh sampai 11 tahun paling mungkin mengalami masalah kesehatan dan sosial. Masalah itu diderita sampai usia 50 tahun.

Korban bully saat masih anak-anak memperlihatkan masalah kejiwaan pada usia 20 tahun, dan terus berlanjut sampai usia dewasa.

Data ini berasal dari National Child Development Study di Inggris. Para ibu yang anak-anaknya menjadi korban bully memberikan informasi soal anak mereka. Sejumlah peneliti terus mengikuti anak-anak korban bully itu sampai dewasa.

Seperempat dari anak-anak itu sesekali di-bully. Sebanyak 15 persen dilaporkan sering mengalami intimidasi.

Individu yang saat kecil sering diintimidasi sangat mungkin menderita depresi pada usia 45 tahun, dan sangat mungkin mengalami kecemasan, dan mengembangkan pikiran untuk bunuh diri.

Lebih menarik lagi, korban bully memiliki tingkan pendidikan lebih rendah, dan mereka yang sering mengalami intimidasi saat kecil cenderung menjadi pengangguran.

Emma-Jane Cross, pendiri lembaga amal BeatBullying, mengatakan hasil penelitian ini adalah kebenaran tak terbantah. Bahkan, katanya, dampak jangka panjang intimidasi jauh lebih besar dari yang diperlihatkan dalam kesimpulan penelitian ini.




sumber : inilah.com

0 comments:

Post a Comment

 

Blogger news

Blogroll

About