INILAH.COM, Jakarta- Ibu hamil yang banyak terpapar polusi udara berisiko melahirkan bayi dengan berat rendah.
Lancet Respiratory Medicine meneliti lebih dari 74 ribu wanita hamil di 12 negara. Para penelitijuga mengukur kondisi lalu lintas di jalan terdekat atau jalan utama dengan radius 100 meter dari tempat tinggal wanita yang sedang mengandung.
Mereka menemukan, setiap kenaikan lima mikrogram per meter kubik paparan partikulat dari kendaraan dan pembangkit listrik berbahan bakar batubara memiliki risiko 18% lebih tinggi melahirkan bayi dengan berat badan rendah.
Bayi yang memiliki berat badan rendah memiliki risiko lebih tinggi kematian atau diabetes dan penyakit jantung ketika sudah dewasa.
"Temuan kami menunjukkan bahwa sebagian besar kasus berat lahir rendah bisa dicegah di Eropa jika polusi udara di perkotaan itu berkurang," kata Prof John Wright dari Bradford Institut Penelitian Kesehatan dan penulis penelitian seperti dilansir dari mirror, Selasa (15/10/2013).
Dengan adanya penelitian ini, Dr Patrick O'Brien dari Royal College of Obstetricians dan Gynaecologist berharap ini bisa memberi pengetahuan kita tentang dampak polusi udara terhadap perempuan dan bayi mereka.
sumber : inilah.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




0 comments:
Post a Comment