INILAH.COM. Manchester - Ambil komputer tablet di kamar tidur anak, jika tak ingin buah hati Anda mengisolasi diri, pemarah, suka berbohong, dan mendapat nilai rendah di semua mata pelajaran.
Imbauan itu disuarakan Asosiasi Guru dan Pengajar (ATL) -- organisasi yang menghimpun 160 ribu guru dan pengajar dari Inggris, Irlandia Utara, Wales, dan Skotlandia.
Mary Bousted, sekjen ATL, mengatakan para ibu dan ayah harus mengawasi penggunaan gadget oleh anak-anak mereka. "Kami khawatir anak-anak menghabiskan waktu tidur di malam hari hanya untuk bermain gadget," ujar Bousted.
ATL akan membawa isu ini ke konferensi tahunan di Manchester, Inggris, pekan depan. ATL akan secara khusus menyoroti keprihatinan para guru akan munculnya kecanduan gadget dan memperlihatkan dampak buruknya.
Gejala kecanduan gadget diyakini akan membuat anak-anak menarik diri dari semua aktivitas sekolah, kurang berminat pada kesibukan lain, mudah marah, sering berbohong, dan buruk dalam semua pelajaran.
ATL, menurut Bousted, akan mengeluarkan semua bukti tentang dampak buruk gadget dan komputer tablet. Lembaga ini juga akan menerbitkan factsheet untuk semua staf pengajar dan guru.
"Gadget dan komputer tablet lebih banyak digunakan di sekolah," ujar Bousted. "Kami khawatir anak-anak yang banyak menghabiskan waktu di depan layar menjadi lebih tertutup dan mengisolasi diri."
Bousted yakin tidak akan ada guru yang menentang pendapat ini, dan mengatakan; "Jika demikian, mari kita kembali ke abad ke-20." Ia yakin semua guru menyadari betapa semua ini tentang bagaimana mengatur penggunaan gadget di sekolah dan rumah.
"Mungkin akan ada perdebatan tentang cara orang tua memantau penggunaan gadget dan komputer di rumah," kata Bousted.
Sebelumnya, ATL mengangkat isu pengaruh game kekerasan terhadap perilaku anak-anak di luar sekolah, terutama di taman bermain. Isu itu cukup mendapat perhatian orang tua.
"Mengubah kebiasaan anak-anak yang kecanduan gadget pasti sulit," kata Bousted.
Bousted juga mendapat banyak kabar dari orangtua masih bermain game komputer di balik selimut. Itu dilakukan anak-anak dua jam setelah masuk kamar tidur.
Komputer tablet yang mudah digunakan, membuat anak-anak bisa memilih permainan apa saya yang disuka, atau membuka situs media sosial. Anak-anak rela menahan kantuk demi semua itu.
"Untuk urusan gadget, anak-anak tidak bisa dipercaya," Bousted menasehati. "Ketika ditanya apakah telah mematikan gadget-nya, anak-anak akan menjawab ya. Namun ketika Anda masuk ke kamar tidur mereka, kebanyakan dari mereka masih asyik bermain game."
Jadi, demikian Bousted, ambilah gadget dari kamar tidur anak Anda.
sumber : inilah.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




0 comments:
Post a Comment